Senin 18 Mei 2026 - 16:01
Wakil Sekjen Nujaba: Senjata Perlawanan Merupakan Penjagaan untuk Rakyat Irak

Hawzah/ Syekh Nazhim Al-Saidi, Ketua Dewan Eksekutif Gerakan Nujaba, menegaskan perlunya membedakan senjata perlawanan dari senjata yang digunakan untuk membuat kekacauan. Ia juga menyerukan pemberantasan korupsi dan ketidakmampuan pemerintahan, serta menyatakan: Kami tidak akan membiarkan Irak menjadi medan penyelesaian konflik musuh terhadap Republik Islam Iran.

Berita Hawzah – Syekh Nazhim Al-Saidi, Ketua Dewan Eksekutif Gerakan Nujaba sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal gerakan tersebut, dalam konferensi bertajuk ‘Janji Keteguhan; dari Kesabaran menuju Kemenangan’ menegaskan posisi perlawanan di Irak dan menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan negara itu berubah menjadi arena penyelesaian konflik musuh-musuh terhadap Republik Islam Iran.

Ia menyatakan bahwa Hashd Al-Shaabi dan perlawanan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta menegaskan: Kami akan memberikan respons tegas kepada siapa pun yang melanggar martabat rakyat Irak.

Syekh Nazhim Al-Saidi dalam bagian lain pidatonya menyinggung pembahasan mengenai pengelolaan senjata di Irak dan berkata: Kami berharap apa yang dibahas di parlemen mengenai program pemerintah dan isu monopoli senjata dilakukan secara realistis dan demi kepentingan nasional Irak. Jika yang dimaksud dengan ‘senjata di luar kendali’ adalah senjata yang digunakan untuk tindakan ilegal dan kekacauan, maka hal itu tidak mencakup senjata para pejuang perlawanan; karena merekalah yang dalam kondisi paling sulit membela tempat-tempat suci dan rakyat.

Baca juga:
Klaim Penghapusan Coca-Cola dari Penerbangan Turkish Airlines dan Menggantinya dengan Pepsi; Gelombang Baru Protes dari Para Pengguna

Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Nujaba itu juga menegaskan konsistensi sikap gerakan tersebut sejak awal hingga kini. Ia mengingatkan: Kami tidak masuk ke dalam struktur politik dan parlemen, melainkan mengawasi jalannya pelayanan kepada rakyat Irak. Meski situasi dan kondisi berubah, kami akan tetap berada di tempat yang seharusnya; bersama rakyat, tempat-tempat suci, dan prinsip-prinsip kami, serta tetap teguh di jalan perlawanan.

Pada bagian akhir pidatonya, ia berbicara kepada rekan-rekan seperjuangan dan para politisi yang lahir dari rahim perlawanan dengan mengatakan: Perlawanan bukan hanya dengan senjata, tetapi juga melalui sikap, pengabdian, dan kesetiaan. Rakyat yang dahulu mendukung kalian dalam perang melawan terorisme di lembah dan pegunungan, kini mengharapkan bentuk perlawanan lain dari kalian; yaitu perlawanan terhadap korupsi serta menghadapi kelalaian dan ketidakmampuan yang menghancurkan impian generasi muda kami.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha